10 Mitos Seks Yang Umum Diyakini

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

10 Mitos Seks Yang Umum Diyakini

Post  omphonk on Sat Aug 04, 2007 12:03 am


Meskipun terdengar tidak mungkin, banyak orang meyakini mitos seksual
tertentu dan mempercayainya selama bertahun-tahun. Berikut penjelasan
ketidakbenaran dari mitos tersebut dan apa yang sebenarnya terjadi
ketika melakukan hubungan intim.


1. Wanita tidak akan hamil jika hubungan intim selagi menstruasi,
Fakta: Kemungkinan hamil memang kecil, tetapi anda perlu memahami bahwa
hanya ada 24 jam dalam satu bulan dimana seorang wanita dapat hamil.
Masalahnya terletak pada menghitung dimana hari tersebut. Karena sperma
dapat hidup di dalam wanita selama 5 hari, tidak menutup kemungkinan
hamil ketika ia tengah menstruasi.


2. Hanya wanita yang mengalami orgasme berkali-kali, Fakta:
Meskipun sekitar 30% wanita mengalami orgasme berkali-kali, hanya 10 %
mengalaminya secara teratur. Dan sebaliknya dari keyakinan umum dimana
beberapa pria dapat dengan jelas mengalami orgasme berkali-kali tanpa
kehilangan ereksi. Walaupun lebih umum terjadi pada remaja pria.


3. Mengangkatnya jelang orgasme ketika tidak pakai kondom, wanita
tidak hamil, Fakta: Tidak hanya memiliki kemungkinan besar ia hamil,
anda juga memiliki peluang besar terjangkit penyakit kelamin. Bahkan
sebelum ejakulasi, penis biasanya mengeluarkan mani yang mengandung
ribuan sperma yang dapat menyebabkan hamil.


4. Masturbasi membuat penis lebih besar, Fakta: Meskipun ini
terasa mengasyikan untuk mendapatkan kesenangan sendiri, kemungkinan
penis menjadi lebih besar adalah tidak benar.


5. Makanan dapat merubah rasa mani, Fakta: Tidak ada bukti ilmiah
yang membuktikan hal ini. Beberapa yakin menghentikan konsumsi dan
menghindari produk sehari-hari seperti kembang kol, brokoli dan
asparagus dapat meningkatkan rasa sementara lainya meyakini bahwa
pembatasan makan yang banyak mengandung bawang putih juga memiliki rasa
tersendiri. Begitu juga merokok dan minum diyakini mempengaruhi rasa
mani.


6. Wanita lebih suka pria berpenis besar, Fakta: Ini tidak
semuanya benar. Beberapa wanita mungkin menyukai pria dengan penis
besar, tetapi sebagian besar wanita juga memiliki pasangan dengan
ukuran penis normal. Rata-rata ukuran penis antara 5 dan 6 inch dalam
kondisi ereksi.


7. Tidak ada G-spot, Fakta: Meskipun ada beberapa ahli bertahan
mengatakan G-spot tidak lebih dari sekedar mitos, banyak wanita dan
pria mengangapnya berbeda. G-spot merupakan tempat yang berada
kira-kira dua inch di dalam dinding vagina depan.


8. Wanita tidak suka memberi seks oral, Fakta: Lebih banyak wanita
dibanding pria mengakui menikmati memberikan seks oral pada
pasangannya. Banyak wanita menikmati aktivitas ini pada kebaikan dari
seks oral itu sendiri.



9. Beberapa wanita tidak memiliki klitoris, Fakta: Tanpa terkecuali,
setiap wanita memiliki klitoris hanya berbeda dari ukuran, beberapa
klitoris sangat kecil dan mungkin yang lain sangat besar. Beberapa
lebih sensitif dibanding yang lain.


10. Jika pasangan tidak orgasme, ia tidak menikmati hubungan
intim, Fakta: Percaya atau tidak, hanya sekitar setengah dari seluruh
wanita mengalami orgasme dalam hubungan intim mereka. Kebanyakan wanita
memerlukan rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme apakah hal ini
terjadi selama hubungan intim atau tidak. Tetapi banyak wanita
menikmati seks sekalipun mereka tidak selalu mencapai klimaks.

omphonk
Senior member
Senior member

Male
Jumlah posting : 232
Lokasi : * omphonk *
Registration date : 25.04.07

Statistik
Point:
10/10  (10/10)
Warning:
0/0  (0/0)
Thank:
0/0  (0/0)

Lihat profil user http://dj-omphonk.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

13 mitos tentang seks

Post  riamatagi on Mon Jan 07, 2008 8:35 am

1. Gairah seks pria lebih besar ketimbang wanita
Bahan bakar gairah seks adalah testosteron, dan pada pria kadarnya memang lebih tinggi daripada wanita. Meski begitu, menurut konselor seks di AS, Denise Knowles, faktanya bisa lain. Keluhan menurunnya gairah seks para pria bertambah dan ini berkaitan dengan gaya hidup, jadi tidak melulu dipengaruhi hormon. Mungkin saja kadar hormon testosteron seorang pria itu normal, tetapi ia mengalami kelelahan, stres, gairah seksnya bisa menurun. Usia yang menua, kegemukan, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol dan psikotropika, bisa pula berdampak pada ereksi. Jadi, para wanita jangan percaya mitos. Wanita pun bisa menjadi motivator atau pegang kendali saat berhubungan seks.

2. Kondom itu tameng sakti untuk segala jenis penyakit menular seksual
Jika dipakai secara tepat kondom bisa menangkal PMS seperti HIV, gonorea, dan klamidia, tetapi tidak cukup efektif untuk mencegah sifilis, herpes genital, atau kulit kelamin. Dr. Patrick French, konsultan penyakit kelamin dan saluran kencing di London, menjelaskan, "Infeksi ini menular lewat kontak kulit dan memengaruhi bagian tubuh yang tidak tertutup kondom. Bagaimanapun, kondom masih bisa mengurangi risiko penularan itu hingga 50 persen."

3. Anda tak bakal kena PMS dari seks oral
Salah besar! PMS jenis herpes, sifilis, klamidia, gonorea, dan uretritis nonspesifik (peradangan saluran kencing yang kerap dialami pria) bisa terjadi lewat oral seks. Risiko tertular HIV juga tetap tinggi, terutama bila terdapat luka di mulut.

4.Tidak semua wanita punya G-spot
Tentu saja semua wanita punya G-spot atau tombol untuk orgasme berulang kali. Cara menikmatinya, rileks dan jelajahi apa yang membuat Anda bisa orgasme.

5. Orgasme pada wanita bisa membantu mempercepat kehamilan
Teori di balik mitos ini menyatakan, kontraksi vaginal selama wanita orgasme membantu sperma melesat untuk membuahi telur. "Faktanya, jika sperma tidak trengginas atau kurang gesit, kontraksi tak cukup kuat untuk mendorongnya menuju sel telur," kata Dr. Dawn Harper, seorang ahli seksologi di AS.

6. Ejakulasi di luar (terputus) tidak menyebabkan kehamilan
Yang benar, sperma terdapat di dalam cairan seminal yang dilepaskan sebelum pria mengalami ejakulasi. Jadi, meskipun pria menarik penisnya keluar sebelum orgasme, pasangannya tetap saja bisa hamil.

7. Wanita tak bisa lagi menikmati seks setelah menopause
Justru banyak wanita yang mengaku memiliki hubungan seks terbaiknya setelah menopause karena tak khawatir akan hamil. Jadi, lebih bebas menikmati seks, apalagi kini mudah mendapat terapi sulih hormon, sehingga gangguan va**** kering dan sebagainya tak lagi jadi masalah. Enak `kan?

8. Risiko tertular HIV kini telah menurun
Ini asumsi yang membahayakan karena HIV masih menjadi salah satu ancaman serius yang begitu cepat meningkat. Memang terapi obat menambah harapan hidup pengidapnya, tetapi tetap saja sindroma ini belum bisa diobati, dan virusnya bisa kebal obat. HIV merusak sistem imun, sehingga tubuh rentan terhadap serangan berbagai macam infeksi.

9. Fantasi seks sejenis menandakan Anda gay
Sama sekali tidak! Fantasi merupakan hal normal dan tak menunjukkan sama sekali apakah Anda gay, biseksual, atau yang lain. Fantasi lebih disebabkan oleh rasa penasaran. Fantasi tentang apa saja tidak selalu berarti Anda menikmati betul jika itu menjadi nyata. Hal terindah dan fantasi hanya ada dalam pikiran Anda.

10. Seks haram bagi pengidap penyakit jantung
Memang banyak kisah tentang pasien gangguan jantung yang mendapat serangan ketika tengah asyik berhubungan intim. Menurut Dr. Harper, pengidap penyakit jantung bisa tetap memiliki kehidupan seks yang normal. Namun, jika merasa nyeri dada saat berhubungan seks, Anda harus berhenti segera dan periksa ke dokter. Seks adalah sesuatu yang baik karena dapat meningkatkan sistem imun dan energi, juga mengurangi stres.

11. Tanpa orgasme berarti seks Anda sangat buruk
Suksesnya hubungan seks yaitu jika kedua pasangan betul-betul menikmati dan tidak tergantung pada orgasme. Begitu yang diyakini para pakar. Anda juga `kan?

12. Seks selama kehamilan bisa melukai calon bayi
Kebanyakan wanita hamil bisa memiliki kehidupan seks yang sehat. Namun, ada dua kekecualian, jika Anda mengalami plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), seks bisa menyebabkan perdarahan dan kelahiran prematur. Juga sebaiknya tidak berhubungan seks jika si wanita mengalami perdarahan atau kontraksi setelah bercinta. Hal ini bisa menyebabkan kelahiran prematur. Sabar, ya!

13. Berhubungan seks di masa menstruasi tak menimbulkan kehamilan
Masa ovulasi (subur) pada wanita adalah 14 hari sebelum masa haid, bukan 14 hari setelah haid terakhir. Jadi kemungkinan terjadinya kehamilan tetap ada. So, hati-hati!


Sekitar 364 pria dewasa secara sukarela menjadi responden sebuah penelitian di Amerika dan India. Kesuburan mereka dievaluasi terus menerus. Sebelumnya, para pria tersebut dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah sperma mereka.

Dan hasil riset pun bicara. Para pria dengan jumlah sperma dalam kisaran normal dan menggunakan telepon genggam lebih dari empat jam per hari, ternyata memproduksi 23% lebih sedikit ketimbang para pria yang sama sekali tak menggunakan ponsel.

Temuan lain yang tak kalah menarik, ternyata proporsi dari sperma yang tergolong "sehat-bugar" hanyalah 21% dari para maniak pengguna ponsel tersebut.

Sedangkan mereka yang tak menggunakan ponsel, sperma yang fit untuk "berenang" hingga ke sasaran tersebut mencapai sekitar 40% dari seluruh sperma yang ada.
Sumber: detikcom

_________________
I'll never be a memory

riamatagi
.
.

Male
Jumlah posting : 649
Registration date : 27.04.07

Statistik
Point:
20/100  (20/100)
Warning:
0/0  (0/0)
Thank:
100/1000  (100/1000)

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik